Gagal, Merana, Terpuruk, Banyak Hutang, Semua Juga Mengalaminya: So Move On Bro

Gagal, Merana, Terpuruk, Banyak Hutang, Semua Juga Mengalaminya: So Move On BroTulisan ini diinspirasi oleh mentor, sahabat dan rekan bisnis saya: Yodhia Antariksa. Dia bilang “Bro tahu gak, ternyata banyak orang susah dan sedih ngadu di Google, coba ketik saja; hidup susah, maka dua tulisan saya bakal muncul dinomor urut satu dan dua dihalaman pertama. Dahsyat ya”. Betul juga, di laptopnya dia ketik hidup susah, maka muncul dua tulisannya di blog yang sudah mendunia Strategi Manajemen. Wah ternyata mbah Google sudah menjadi tempat orang curhat ya, bagus juga, bayar psikolog mahal ya googling saja.

Sahabat, perkara hidup gagal, kesedihan yang membuat hati merana berkepanjangan, terpuruk karena karir dan usaha gagal juga banyak hutang kartu kredit atau debt collector: percayalah Anda tidak sendirian. Banyak orang punya cerita yang sama.

Sahabat, saya tidak ingin sok tahu atau sok benar. Cuma sharing saja bahwa kehidupan punya karakteristik yang berlaku bagai hukum besi: ada proses dalam setiap fase kehidupan.

Coba sahabat simak dari kisah kejadian kita sebagai manusia. Perjalanan kita dimulai dari 120 juta lebih sperma ayahanda kita yang mencoba membuahi 1 telur di rahim ibunda. Semua digerakkan oleh enerji ilahiah bergerak kesatu arah dan hanya satu yang bisa menembus indung telur di rahim ibunda.

Dari pembuahan itu kemudian telur menempel di rahim, perlahan berkembang dengan proses yang sangat luar biasa dan indah menjadi jabang bayi dan lahirlah kita kedunia. Dengan penuh rasa sayang orangtua membesarkan dan merawat kita hingga dewasa dan sekarang tengah menghadapi ragam peristiwa kehidupan: ujian di kampus, mencari kerja, menghadapi debt colector kartu kredit, cinta ditolak, usaha gagal dan bangkrut atau dikhianati rekan bisnis dan lain-lain.

Sahabat, saya pribadi pernah mengalami atau bahkan sedang mengalami ragam peristiwa itu juga. Dulu saya juga harus mencari kerja. Lulus tahun 1996 cari kerja tetap setahun baru dapat. Lama? Bisa iya bisa tidak. Ada teman saya yang belum lulus sudah tandatangan diijon jadi karyawan perusahaan ternama. Atau lulus seminggu langsung sudah kerja. Tapi ada teman yang dua tiga tahun baru diterima kerja. Sebetulnya setelah lulus sebulan saya sudah diterima kerja tapi maklum masih idealis, merasa masih bisa dapat yang lebih baik, jadi perusahaan yang menerima ditolak, perusahaan yang menolak malah dicari-cari, salahkah? Ya tidak juga karena kembali pada apa yang kita cari, yakini dan membuat kita merasa terpenuhi.

Bagaimana kalau banyak hutang? ya cari uang buat bayar, kemana? Ya dari hutang baru (bisa juga tapi resiko tinggi, lebih baik jangan), cari investor malaikat (perlu: bisa dari keluarga, sahabat atau rekan bisnis), buka usaha tanpa modal besar (bisnis online), cari kerja tambahan part time (broker properti atau asuransi, bantu bisnis orang lain, ngajar atau jadi konsultan) atau jual aset (mobil, motor, hp atau rumah).

Kalau putus cinta atau ditolak? Ya cari lagi, gimana sih, sudah tahu ditolak atau seseorang yang kita idam-idamkan pilih orang lain daripada kita, ya sudah cari yang lain, jangan melankoli, melamun, sedih termehek-mehek, Tuhan maha kaya: masih jutaan ikan dilaut masak masih menangisi ikan yang cuma satu itu.

Bagaimana dengan dipecat atau karir mentok, ya jawabnya cari kerja lagi, keluar kerja dan cari kerja yang lebih bermartabat dan dihargai atau bikin usaha sendiri. Susah, gak ada modal, sudah tua gak selincah dan sepandai dulu lagi, ada kerjaan tapi bayaran/gaji kecil, ya stop mengeluh, lakukan saja, pasti akan ada jalan, seperti orang bilang: “life will find its way”. Pada akhirnya pasti ada jalan keluar.

Bagaimana dengan dimarahi pelanggan, dikritik habis-habisan, dianggap tidak becus, pekerjaan yang susah payah diselesaikan dianggap tidak berarti. Jawabnya ya diperbaiki saja, mau nangis? Kesal? Mau marah? Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk hati). Ya boleh saja, tapi selesaikah masalah? Tidak juga, ya move on, jalan saja terus, segera perbaiki, minta saran sebaiknya gimana.

Kadang kita merasa sudah bekerja keras, kapasitas ok, pendidikan ok, perilaku terjaga, disiplin eh kok yang diangkat atau dipromosikan malah orang lain. Mengeluh? Marah? Gebrak meja? Lempar gelas? Ngambek gak ngantor seminggu? Ya boleh juga, mau sampai kapan? Ayo bangkit: cari peluang lain, kerja lebih smart, bergaul lebih luas lagi, cari udara segar dengan cuti liburan, lebih dekat kepada tuhan, cari kerja lagi, apa saja yang buat Anda lebih baik.

Ada satu hal penting dalam hidup yang perlu juga sahabat sekalian pertimbangkan: perubahan. Seperti perubahan gaya hidup, pola pikir, pergaulan, pekerjaan, pindah rumah, usaha dan lainnya. Takut memulai perubahan? Jangan takut, itu ilusi saja kok. Nanti bagaimana dengan saya, keluarga, terutama anak-anak? Tahukah Anda ilmu kepepet. Ya ilmu kepepet. Kalau kita kepepet maka seluruh potensi sumber daya insani kita akan keluar, all out. Ah masa sih? Ya Anda hanya akan merasakannya kalau melakukan. Percayalah: keajaiban akan terjadi dalam hidup Anda. Perubahan itu berat, susah dan melelahkan, tapi pada akhirnya sangat manis sekali buahnya. Coba saja.

Sahabat, moral cerita saya adalah: coba renungkan apa yang kita butuhkan untuk saat ini, sekarang dan yang akan datang. Renungkan benar-benar mana yang sangat mendesak dan penting, mana yang tidak mendesak dan penting, mana yang mendesak dan tidak penting dan mana yang tidak penting dan tidak mendesak.

Yang harus dilakukan adalah terus bergerak: berusaha, berdoa dan sedekah (memberi) jangan dilupakan. Justru ketika kita memberi disaat susah itu lebih utama.

Maaf kalau berlebihan, saya sama dengan Anda sedang terus berusaha dan bergerak, maka terus saja bergerak dan tetap semangat.

Oleh: Widodo Aryanto

Widodo Aryanto SE., MCom About Widodo Aryanto SE., MCom
Master Trainer, Public Speaker, Motivator dan Konsultan Pengembangan Organisasi. Untuk informasi, pendaftaran seminar/public training dan permintaan pelatihan/inhouse training bisa menghubungi Email: info@konsultanpelatihan.com Hp. : 0818215077 dan 082110658857