Tidak Tepat Berbisnis Setelah Pensiun

Pada sesi pelatihan Persiapan Purnabhakti yang diikuti oleh karyawan-karyawan yang akan pensiun 3 tahun lagi, umumnya ada kekhawatiran uang pensiun akan habis kalau dipakai untuk memulai bisnis.

Kekhawatiran itu normal dan positifnya kita harus berhati-hati memanfaatkan uang yang ada. Berikut ulasan saya seputar berbisnis dimasa pensiun.

Pertama,  berbisnis dimasa pensiun TIDAK TEPAT, mengapa? Apa salahnya para pensiunan mencoba, memangnya bisnis hanya miliknya orang muda?

Begini penjelasannya: berbisnis dimasa pensiun tidak tepat kalau dilakukan dengan sembrono atau asal-asalan tanpa perhitungan, persiapan, pengelolaan dan pengendalian yang baik.

Pertama mari kita cermati alasan orang berbisnis. Alasan orang untuk berbisnis diantaranya adalah:

A. Melihat peluang dan ada kemampuan permodalan dan keahlian, ini bagus, artinya ada yang pas dan klop antara peluang, keahlian dan modal. Karena didasari keahlian atau minat yang besar biasanya pebisnis cukup konsisten.

B. Diajak kerjasama, jadi bisa saja urunan modal, sharing waktu utk mengelola atau jadi silent partner saja, artinya hanya memberikan modal dan terima laporan dan keuntungan. Kalau diajak kerjasaama carilah partner yang memang ahlinya, integritas bagus dan hitung-hitungan bisnisnya masuk akal dan langgeng.

C. Coba-coba, artinya ikut arus saja, pas bisnis pisang goreng sedang hot, ikut bikin, siapa tahu untung besar, atau pas bisnis ikan Koi booming ikut nimbrung bikin toko jual ikan Koi. Yang seperti ini biasanya angin-anginan, untung jualan, buntung tutup, buka lagi yang lain.

D. Kemudian alasan orang berbisnis karena kepepet, misal tidak punya pendidikan, melamar kerja susah, ya bisnis saja. Atau diberhentikan mendadak, ada modal sedikit, ya bisnis apa saja asala keluarga makan, yang penting halal.

E. Nah ini gilirannya: berbisnis karena pensiun, punya uang pensiun cukup dan tidak mau bosan dirumah jadi buat saja toko, warung, restoran, kolam ikan atau jasa foto copy supaya uang tidak nganggur dan tetap punya kegiatan positif sambil berusaha dan berdoa siapa tahu bisnis meledak jadi besar dan menguntungkan.

Kedua, nah untuk yang akan pensiun, mari kita lihat aspek potensi diri dan peluang pengembangannya.

1. Modal, ada, tidak banyak tapi cukup, arinya bijaksanalah menggunakan dana yang ada. Dibagi dengan proporsional antara uang untuk biaya hidup, kesehatan, jaga-jaga, tabungan tunai dan uang untuk bisnis. Sebaiknya uang untuk bisnis dipisahkan pengelolaannya.

2. Waktu, ada dan malah berlimpah karena setelah momong cucu ya tidak ada kegiatan lain. Manfaatkan waktu luang dengan kegiatan dan pergaulan positif.

3. Keterampilan sebagai usahawan, nah ini bisa perlu dikembangkan karena sudah bertahun-tahun hidup rutin sebagai karyawan maka perlu perubahan karakter diri yang luar biasa. Bergaulah dengan pengusaha, dekati dan cari yang bisa menjadi mentor bisnis yang baik. Jadikan mentor sebagai akses Anda untuk berkembang.

4. Kecepatan, ini tidak ada hubungannya dengan fisik. Kecepatan yang saya maksud adalah kecepatan Anda beradaptasi dengan lingkungan bisnis, tuntutan konsumen, perubahan teknologi dan pasar. Dalam dunia bisnis tidak ada istilah biar lambat asal selamat, yang ada adalah siapa cepat dia dapat.

Ketiga, ada hal yang harus Anda dan saya perhatikan dengan seksama: bisnis itu brutal, yang menang bisa melesat sukses, yang kalah bisa jatuh miskin dan tersingkir. Berbisnislah dengan logika yang sehat, keberanian yang terukur dan disiplin dengan tekun terus menerus memperbaiki pengelolaan dan produk/jasa bisnis Anda.

Ok, semoga beermanfaat, selamat mencoba.

Oleh: Widodo Aryanto

 

Widodo Aryanto SE., MCom About Widodo Aryanto SE., MCom
Master Trainer, Public Speaker, Motivator dan Konsultan Pengembangan Organisasi. Untuk informasi, pendaftaran seminar/public training dan permintaan pelatihan/inhouse training bisa menghubungi Email: info@konsultanpelatihan.com Hp. : 0818215077 dan 082110658857